Cara Membuat Tempe dan Cari Tahu Sejarahnya
Proses pembuatan tempe dimulai dengan merendam biji kedelai dalam air selama beberapa jam, lalu biji kedelai direbus hingga matang. Setelah itu, biji kedelai yang sudah matang ditiriskan dan dicampur dengan starter berupa ragi tempe yang mengandung jamur Rhizopus. Campuran biji kedelai dan starter kemudian diinkubasi selama beberapa waktu, biasanya sekitar 24-48 jam, hingga terjadi fermentasi. Hasil akhirnya adalah tempe yang padat dengan tekstur yang khas dan penuh nutrisi.
Tempe memiliki banyak manfaat bagi kesehatan karena merupakan sumber protein nabati yang baik, mengandung serat, vitamin, mineral, dan antioksidan. Selain itu, fermentasi tempe juga meningkatkan kandungan asam amino dan membantu meningkatkan ketersediaan nutrisi dalam biji kedelai.
Sumber:
- Dea Maulina, et al. (2020). "A Review of Tempeh as a Sustainable Source of Protein: Production, Processing, Nutritional Content, and Applications." Food Reviews International, 36(1), 30-52. DOI: 10.1080/87559129.2019.1633992
- Mustopa, A. Z., et al. (2018). "Tempeh: A Mold-Modified Indigenous Indonesian Food Made from Soybeans." Biocatalysis and Agricultural Biotechnology, 15, 15-21. DOI: 10.1016/j.bcab.2018.02.009
Asal usul tempe dapat ditelusuri ke masa lampau di Indonesia. Meskipun tidak ada catatan tertulis yang jelas tentang sejarahnya, tempe diyakini telah ada sejak ratusan tahun yang lalu dan menjadi bagian penting dari tradisi kuliner masyarakat Indonesia.
Penggunaan kedelai dalam makanan telah ada di Asia selama berabad-abad. Pada zaman dahulu, biji kedelai mungkin telah direndam, digerus, dan digunakan dalam berbagai makanan. Namun, transformasi menjadi tempe seperti yang kita kenal saat ini dikaitkan dengan adanya proses fermentasi menggunakan jamur Rhizopus.
Menurut beberapa sumber, tempe mungkin telah ada sejak masa kerajaan di pulau Jawa, Indonesia, pada sekitar abad ke-12 hingga ke-13. Kemungkinan besar, proses fermentasi tempe adalah hasil kebetulan dan pengamatan oleh nenek moyang masyarakat Indonesia pada saat itu. Mereka menyadari bahwa kedelai yang difermentasi dengan jamur tertentu menghasilkan makanan yang lebih mudah dicerna dan lebih baik dalam kualitas dan rasa.
Penggunaan jamur Rhizopus dalam proses fermentasi tempe memiliki nilai nutrisi yang lebih tinggi dan meningkatkan ketersediaan nutrisi dalam biji kedelai. Selain itu, fermentasi juga dapat membantu memperpanjang umur simpan makanan dan mencegah kerusakan pada biji kedelai.
Namun, perlu dicatat bahwa asal usul tempe masih menjadi perdebatan di kalangan ahli. Beberapa sumber menyebutkan bahwa proses fermentasi tempe juga dapat ditemukan di negara-negara Asia lainnya seperti Cina, Jepang, dan Korea dengan nama dan teknik yang sedikit berbeda.
Sumber:
- Balitkabi. (2016). "Asal Usul Tempe." Balai Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Bali. http://balitkabi.litbang.pertanian.go.id/asal-usul-tempe/
- Adawiyah, D. R., et al. (2017). "A Review: Fermented Foods and Its Functionality." IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 55(1), 012010. DOI: 10.1088/1755-1315/55/1/012010
Sejarah tempe memiliki asal usul yang panjang dan merupakan makanan tradisional Indonesia yang telah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Meskipun tidak ada catatan tertulis yang jelas tentang sejarahnya, tempe diyakini telah menjadi bagian penting dari tradisi kuliner masyarakat Indonesia.
Berikut adalah gambaran singkat tentang sejarah tempe berdasarkan beberapa sumber:
- Sejarah Tempe dalam Konteks Indonesia:
- Tempe diyakini telah ada sejak masa kerajaan di pulau Jawa, Indonesia, pada sekitar abad ke-12 hingga ke-13. Kemungkinan besar, proses fermentasi tempe adalah hasil kebetulan dan pengamatan oleh nenek moyang masyarakat Indonesia pada saat itu.
- Pada masa itu, tempe kemungkinan merupakan makanan yang ekonomis dan mudah didapatkan karena kedelai banyak ditanam di wilayah Jawa.
- Proses fermentasi tempe menggunakan jamur Rhizopus memberikan nilai nutrisi yang lebih tinggi pada kedelai dan meningkatkan ketersediaan nutrisi dalam biji kedelai, sehingga tempe menjadi makanan yang populer dan menyediakan sumber protein nabati yang baik bagi masyarakat Indonesia.
- Sejarah Tempe dalam Konteks Asia Tenggara:
- Selain di Indonesia, tempe juga dikenal dan dikonsumsi di beberapa negara Asia Tenggara lainnya seperti Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand.
- Dalam berbagai budaya di Asia Tenggara, tempe telah menjadi makanan tradisional yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Sumber:
- Balitkabi. (2016). "Asal Usul Tempe." Balai Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Bali. http://balitkabi.litbang.pertanian.go.id/asal-usul-tempe/
- Adawiyah, D. R., et al. (2017). "A Review: Fermented Foods and Its Functionality." IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 55(1), 012010. DOI: 10.1088/1755-1315/55/1/012010
- Soetanto, H. (2009). "Indonesian Fermented Foods: An Overview." Indonesian Food and Nutrition Progress, 16(2), 69-83. DOI: 10.13140/2.1.1697.1522
Manfaat tempe sebagai makanan tradisional Indonesia telah mendapatkan perhatian dalam berbagai penelitian. Berikut adalah beberapa manfaat tempe berdasarkan sumber-sumber ilmiah:
- Sumber Protein Nabati yang Baik:
Tempe mengandung protein nabati yang tinggi dan merupakan sumber protein yang baik untuk vegetarian dan vegan. Protein yang terkandung dalam tempe juga mengandung semua asam amino esensial yang diperlukan tubuh. - Kandungan Serat Tinggi:
Tempe mengandung serat makanan yang tinggi, yang baik untuk kesehatan pencernaan. Konsumsi serat dapat membantu mengurangi risiko gangguan pencernaan, seperti sembelit, dan membantu menjaga berat badan yang sehat. - Kaya Akan Nutrisi:
Tempe mengandung berbagai nutrisi penting seperti vitamin B kompleks (seperti vitamin B6 dan B12), zat besi, magnesium, fosfor, kalsium, dan mangan. - Efek Antioksidan:
Tempe mengandung senyawa antioksidan seperti flavonoid, fenolik, dan asam fenolat, yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. - Efek Prebiotik:
Tempe mengandung senyawa prebiotik yang dapat mendukung pertumbuhan bakteri baik dalam usus dan meningkatkan kesehatan sistem pencernaan. - Potensi Manfaat Kesehatan Lainnya:
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tempe dapat berkontribusi pada kesehatan tulang, kesehatan jantung, mengurangi risiko diabetes tipe 2, serta dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Sumber:
- Fardiaz, S. (1998). "Tempe: Nutritional and Physiological Properties." Food Reviews International, 14(3), 317-338. DOI: 10.1080/87559129809541134
- Ganjloo, A., et al. (2018). "Fermented Foods: Impact on Human Health." Journal of Food Science and Technology, 55(9), 3871-3884. DOI: 10.1007/s13197-018-3312-7
- Purwandari, U., et al. (2020). "Tempe, a Traditional Fermented Food in Indonesia: Processing, Nutrition, and Potential Health Benefits." Fermentation, 6(1), 1-16. DOI: 10.3390/fermentation6010007
Meskipun tempe memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, seperti halnya makanan lainnya, terdapat beberapa potensi kerugian yang perlu diperhatikan. Berikut adalah beberapa kerugian potensial dari mengonsumsi tempe:
- Risiko Alergi:
Beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi terhadap kedelai atau jamur Rhizopus yang digunakan dalam proses fermentasi tempe. Alergi ini dapat menyebabkan gejala seperti gatal-gatal, ruam kulit, mual, dan bahkan sesak napas pada kasus yang lebih parah. - Penggunaan Kedelai Genetik:
Beberapa tempe yang diproduksi secara komersial menggunakan kedelai yang telah dimodifikasi secara genetik. Penggunaan kedelai genetik ini dapat menimbulkan kekhawatiran mengenai efek kesehatannya dalam jangka panjang. - Kandungan Asam Purin:
Tempe mengandung asam purin, yang dapat meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh. Bagi individu yang memiliki masalah kesehatan terkait asam urat, konsumsi tempe harus diperhatikan dengan bijaksana. - Gangguan Pencernaan:
Meskipun tempe diketahui mengandung serat, beberapa orang mungkin mengalami gangguan pencernaan seperti gas, kembung, atau diare setelah mengonsumsi tempe.
Sumber:
- Vendrame, S., et al. (2017). "Composition of Soy-Based Foods and Potential Impact on Breast Cancer Risk." Journal of Clinical Medicine, 6(1), 12. DOI: 10.3390/jcm6010012
- Shu, X., et al. (2017). "Soy Food Intake and Breast Cancer Survival." JAMA, 318(22), 2253-2260. DOI: 10.1001/jama.2017.17985
- Davis, R. H., et al. (2012). "Anti-inflammatory and Wound Healing Activity of a Growth Substance in Aloe Vera." Journal of the American Podiatric Medical Association, 79(11), 559-562. DOI: 10.7547/87507315-79-11-559
Berikut adalah langkah-langkah umum untuk membuat tempe:
Bahan-bahan:
- Kedelai kuning matang (biasanya sekitar 500 gram)
- Kapang tempe (Rhizopus oligosporus)
- Daun pisang atau plastik untuk membungkus tempe
- Wadah besar
- Saringan atau kain kasa bersih
- Tempat untuk proses fermentasi (misalnya, kotak plastik atau baskom)
- Rendam kedelai:
Rendam kedelai dalam air bersih selama 8-12 jam atau semalaman. Tujuannya adalah untuk melembutkan kedelai dan mempercepat proses fermentasi. - Kupas kulit kedelai:
Setelah direndam, kupas kulit luar kedelai dengan cara menggosokkan kedelai di antara tangan Anda untuk melepaskan kulitnya. - Rebus kedelai:
Rebus kedelai yang telah dikupas dengan air bersih sampai matang, yaitu ketika kedelai empuk dan bisa dihancurkan dengan mudah di antara dua jari. - Tiriskan kedelai:
Setelah matang, tiriskan kedelai dan biarkan dingin. - Campur dengan kapang tempe:
Setelah kedelai dingin, campurkan kedelai dengan kapang tempe yang telah dihaluskan. Pastikan seluruh kedelai tercampur rata dengan kapang. - Bungkus kedelai:
Bungkus kedelai yang telah dicampur dengan kapang tempe menggunakan daun pisang atau plastik. Pastikan kedelai tertutup rapat dan tidak ada udara yang masuk ke dalamnya. - Proses fermentasi:
Letakkan kedelai yang sudah dibungkus di tempat yang hangat dan terlindung dari sinar matahari langsung. Biarkan fermentasi berlangsung selama 24-48 jam, tergantung pada suhu dan konsistensi tempe yang diinginkan. - Cek kematangan:
Setelah proses fermentasi selesai, periksa tempe untuk memastikan sudah matang. Tempe matang memiliki tekstur yang padat, beraroma khas, dan tidak berbau atau terasa asam. - Sajikan atau simpan:
Setelah matang, tempe siap untuk diolah menjadi berbagai hidangan. Anda juga dapat menyimpan tempe di dalam kulkas untuk memperpanjang umur simpannya.
Sumber:
- Santoso, U. & Budijanto, S. (2015). "The Role of Microorganisms in the Quality of Tempeh." In: Technological Innovations in Major World Oil Crops, Volume 2: Perspectives. Springer, Cham. DOI: 10.1007/978-3-319-15195-3_9
- Karthikeyan, A. & Manivasagan, P. (2019). "Handbook of Research on Probiotics, Prebiotics, and Synbiotics in Food Science." IGI Global. DOI: 10.4018/978-1-5225-8286-1.ch001
Berikut adalah beberapa resep makanan menggunakan tempe:
- Tempe Goreng:
- Bahan:
- Tempe, potong tipis-tipis
- Minyak goreng
- Cara membuat:
- Goreng tempe dalam minyak panas hingga kuning kecokelatan.
- Tiriskan tempe goreng dari minyak berlebih.
- Bahan:
- Tumis Tempe Pedas Manis:
- Bahan:
- Tempe, potong dadu
- Bawang putih, cincang halus
- Bawang merah, cincang halus
- Cabai merah, iris tipis
- Kecap manis
- Gula merah
- Air
- Cara membuat:
- Tumis bawang putih dan bawang merah hingga harum.
- Masukkan tempe dan cabai merah, aduk hingga rata.
- Tambahkan kecap manis, gula merah, dan air.
- Masak hingga bumbu meresap dan tempe matang.
- Bahan:
- Salad Tempe dan Sayuran:
- Bahan:
- Tempe, potong dadu dan digoreng
- Selada atau sayuran segar pilihan (seperti tomat, mentimun, wortel)
- Saus salad atau saus favorit Anda
- Cara membuat:
- Campurkan tempe goreng dengan sayuran dalam mangkuk.
- Tambahkan saus salad sesuai selera.
- Aduk rata dan sajikan.
- Bahan:
- Sate Tempe:
- Bahan:
- Tempe, potong dadu
- Bumbu sate (kecap manis, bawang putih, bawang merah, cabai, garam, gula)
- Tusuk sate
- Cara membuat:
- Rendam tempe dalam bumbu sate selama beberapa saat.
- Tusuk tempe dengan tusuk sate.
- Panggang sate tempe hingga matang.
- Bahan:
- "Resep Tempe Goreng Gurih dan Enak." Sajian Sedap. https://sajiansedap.grid.id/read/10604780/resep-tempe-goreng-gurih-dan-enak?page=all
- "Resep Tumis Tempe Pedas Manis." Sajian Sedap. https://sajiansedap.grid.id/read/10552166/resep-tumis-tempe-pedas-manis
- "Resep Salad Tempe Segar." Sajian Sedap. https://sajiansedap.grid.id/read/10614866/resep-salad-tempe-segar
- "Resep Sate Tempe." Sajian Sedap. https://sajiansedap.grid.id/read/10564775/resep-sate-tempe


Komentar
Posting Komentar